a place to remember

karena menulis, membuat hidup lebih berarti…

ketika cinta harus memilih..

pada 23 Oktober 2014

dilema

setelah saya menikah, hidup terasa lebih berwarna..

bahagia rasanya,

ada seorang sahabat, yang selalu di hati. kau di hatiku, dan aku pun di hatimu..

seorang sahabat, yang sedia berbagi, dari sekedar perhatian,cerita,canda-tawa,duka-lara..

yang setia mengingatkan, kala diri teledor menjaga aurat,salah berucap,atau khilaf bersikap..

sungguh, nikmatNya yang manakah yang kan kudustakan?

waktu berlalu, hari berganti, tahun berbilang..

hingga akhirnya, hadirlah sesosok bayi mungil dan merah, laki-laki.

fitrahku sebagai seorang wanita, terasa makin sempurna..

dua bulan cuti bersalin, terasa begitu cepatnya..

pergulatan batin dimulai..

antara mengasuh dan merawat buah hati tercinta, atau kembali membagi waktu dengan pekerjaan.

pertentangan dengan orang lain pun bermunculan..

dari orangtua,kakak,paman,saudara..

rasanya, tidak ada yang mendukungku untuk menjadi ibu (yang mengurus) rumah tangga saja..

kecuali suamiku tercinta.

langkah pun terayun kembali..perlahan..gontai..tapi masih menggenggam harapan..

genap dua puluh bulan lebih sebelas hari,

sang bayi yang sudah menjelma menjadi bocah lucu nan menggemaskan, memiliki seorang adik baru, dengan jenis kelamin yang sama..

kembali berlalu dengan cepatnya, dua bulan cuti bersalin..

namun, kali ini dengan harapan baru,

harapan agar Allah luluhkan hati-hati mereka..ikhlaskan saya melepas “dunia” saya yang lalu..

namun rupanya, batita dan bayiku, tidak mempan untuk membuat mereka merelakan status PNSku lepas..

jatuh-bangun..setiap hari saya harus melawan pergulatan batin ketika akan berangkat kerja..

ketika lelaki kecilku yang kedua berusia satu setengah tahun, akhirnya kuambil keputusan besar itu..

R E S I G N

ya, resign dari sebuah direktorat tertentu di suatu kementerian yang cukup bonafid di negeri ini.

hari berlalu, bulan berganti..

kegiatanku sehari2 adalah merawat,mengasuh,mendidik mereka..

semampu aku bisa,

bukan hal yang mudah memang, untuk beralih “profesi” seperti itu,

tapi sungguh,

dengan di rumah, hati menjadi lebih tenang, fikiran lebih fokus,

dan yang tak tergantikan adalah, waktu untuk bersama dengan anak-anak..

mendampingi apapun kegiatan mereka..

mengajarkan kemandirian pada mereka..

menanamkan kedisiplinan..

membuat fondasi akhlak dan aqidah yang terkokoh bagi mereka…

belum lagi “bonus” dan “insentif” lain..

senyum manis,tawa renyah,ucapan polos,celoteh lucu,pelukan hangat,ciuman sayang,mereka berdua,

dan semua,dan semua..

yang tak kan kutemui dimanapun, kapanpun,

selain di rumah, bersama mereka…

saat mereka masih kecil,lugu,dan begitu membutuhkan kehadiranku.

indahnya dunia, lengkapnya hidup.

maka nikmatNya yang mana kah yang kan kudustakan?

hingga suatu ketika…

suatu keadaan membuatku kembali bergabung dengan keluarga besarku, untuk jangka waktu yang cukup lama..

disana aku jadi tahu,

mereka begitu terluka, tercabik, terkoyak dengan keputusanku resign..

apalah dayaku…

ada darah mereka, yang mengalir dalam darahku.

aku adalah bagian (besar) dari hidup mereka, mereka adalah bagian dari hidupku.

sekalipun aku sudah menjadi sesosok wanita yang utuh, dengan suami dan anak-anak..

aku tetap lah jua seorang anak..

yang dulu mereka lahirkan,rawat,asuh,didik,dan biayai..

dengan susah payah, membanting tulang, memeras keringat…

cukuplah kusimpan sendiri, memoriku tentang perjuangan mereka…

menuliskannya disini, hanya akan membuat tanggul airmataku jebol, dan banjir.

biarlah Allah sahaja..yang membalas kebaikan kalian dengan syurgaNya..

karena sebaik apapun usahaku, semua akan sia-sia, jika tidak mendapat ridhoNya…

semoga kelak, Allah kumpulkan kita semua di JannahNya, aamiin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: