a place to remember

karena menulis, membuat hidup lebih berarti…

tak terasa..

sungguh waktu, begitu cepatnya berlalu..

tanpa terasa, tiba-tiba sudah hari senin lagi..

sudah 6 bulan lebih saya kembali ngantor..

tak sampai dua bulan juga, si kecil Ayub genap berusia tiga tahun, insya Allah..

si mbak yang baru, Tini, sudah 3 bulan di rumah kami..

dan hari ini juga tepat tanggal 1 Rajab, yang berarti, insya Allah, dua bulan lagi kita akan berjumpa kembali dengan bulan penuh berkah, bulan suci Romadhon..

semoga kita semua diberikan umur,hingga menjumpai bulan ini..

bulan dimana pintu ampunan Allah dibuka selebar-lebarnya, dimana pahala berbuat kebaikan dilipatgandakan..

aamiin..

yang menjadi rencana yang lebih dekat, kami akan menghadiri pernikahan sepupu abi, mas uki, di cikarang, pada awal bulan mei, yang diawali dengan long weekend..berangkat setelah bermalam 2 hari di rumah mba cika insya Allah..

lalu minggu depannya, masih rencana juga, gantian ingin menghadiri pernikahan sepupu ummi, di lampung, entah dimana tepatnya, belum terlalu jelas, diajak budhe ii,,tapi karena katanya hanya 10 km dari pelabuhan bakauheni, jadi insya Allah abi berminat..

lalu pekan depan berikutnya.. rencana budhe eni mau main ke jakarta, horee.. insya Allah, sama pakdhe budi dan mas kiky.. rencana mau diajak main ke TMII,, disana berkunjung ke PP Iptek,taman burung,dan naik gondola..insya Allah.. juga diajak dinner di Bintaro XChange Mall..

dan yang paling dekat adalah sabtu ini, rencana kami akan menemani kakak Aman ikut free trial English First, setelah kemarin ditawari mbak yang promosi di LotteMall, kelihatannya dia cukup tertarik.. semoga sukses yaa kak, free trial kita.. aamiin..

oiya, rencana yang lebih dekat lagi adalah, sepulang kantor nanti, kita mau ambil sepeda unutk kakak di rumah bu olly.. Insya Allaah.. semoga kakak sukkaa yaa,wim cycle fire bird nya yaa…

sekedar catatan, weekend kemarin kami mencoba berenang di Kampung Main Cipulir.. tempat renangnya lumayan,cukup bersih, worhted untuk HTM 20ribu per gundul..cuma sayang,keramiknya sudah banyak yang lepas.. setelah berenang, ada beberapa wahana yang sempat kami naiki,tapi sayang, karena kurang perawatan, jadi kesannya seperti di pasar malam biasa..

selain semua rencana “real” tadi, ada rencana yang masih belum pasti juga..

karena rencana ini, sangat bergantung pada izin Allah..

rencana untuk pindah ke Purwokerto..

dan rencana untuk membeli kendaraan roda empat..

Yaa Allaah.. mudahkanlah urusan2 kami, urusan duniawi dan ukhrawi kami..

aamiin..

mudahkanlah kami dalam mendidik anak-anak kami, dengan segala keterbatasan kami, ilmu,waktu,perhatian,energi…semoga tetap engkau limpahkan,rasa kasih dan sayang di antara kami berempat..aamiin..

rasanya sungguh sia-sia, jika kami berlelah2, namun anak2 kami tidak menikmati hasil jerih payah kami…

Tinggalkan komentar »

al maalu wal baanuna zinaatah.. harta dan anak2 adalah perhiasan,,sekaligus cobaan..

bismillaahirrohmaanirrohiim..

sungguh benar, banyak ayat alQur’an yang mengingatkan kita, manusia, bahwa, harta,pasangan,dan anak2 adalah nikmat sekaligus cobaan..

termasuk harta adalah kebun yang luas, tempat tinggal yang baik, kendaraan yang nyaman,,

cobaan, karena kita kadang begitu bernafsu untuk meraih semuanya, hingga kadang, tanpa sadar menomor dua kan akhirat.. dan setelah diraih pun, kita kadang jadi terbuai, terlena untuk sebisa mungkin menjaganya, memperbagus keadaan dan sebagainya, hingga membuat waktu kita habis tanpa terasa..

hal yang sama untuk pasangan dan anak-anak..

dengan dalih, istri/suami tidak suka, kita jadi meninggalkan syari’at agama atau sunnah Rasulullaah shalallahu ‘alayhi wa sallaam.. atau karena sibuk menyenangkan istri/suami, kita jadi lupa, berbakti pada orangtua sendiri yang sudah bersusah payah membesarkan, terutama bagi anak laki-laki yang seharusnya tetap mengutamakan ibu, dibandingkan istrinya..

pun dengan alasan anak-anak, bermain dengan anak atau mengikuti kemauan anak, tilawah, shalat sunnah atau amalan yang lain, jadi berkurang kualitas dan kuantitasnya…

astaghfirullaah..

sungguh, dzalimnya diri ini Yaa Robbi..

padahal, Engkau lah yang telah Memberi hamba semua nikmat yang tak kan pernah mampu hamba hitung…

diri ini sungguh rindu berduaan saja denganMu, di sepertiga malam terakhir..di dalam syahdu dan khusyu’nya sujud..

sungguh jiwa ini telah lama tak bersua, dengan tenteramnya jiwa yang berlarut dalam lantunan tilawah..

hati ini juga lama tak merasakan, bahagianya saat berbagi pada mereka yang berkekurangan harta..

waktu tak dapat diputar kembali,

yang telah terjadi, hanya bisa ditangisi, atau didoakan agar diampuni..

yang terpenting, esok harus lebuh baik dari hari ini, dalam berbagai sisi..

semangatlah dalam beribadah, dalam berbuat baik, dan sabarlah dari godaan, godaan untuk bermaksiat, maksiat hati, pikiran dan perbuatan..

semoga kuburku kelak luas,lapang,dan ramai dengan amal-amal ku selama di dunia..

sholat,puasa,sedekah..

aamiin…

Tinggalkan komentar »

tinggalkanlah jejakmu,ummi…

assalamu’alaykum…

lama tak menyambangi, “rumah” maya ini..

kangen rasanya..

kenapa tangan ini kadang begitu berat untuk menulis.. padahal diri sudah tahu,banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan yang satu ini..

melalui menulis, kita bisa berbagi banyakk manfaat dengan orang lain..

dengan menulis, kita bisa mengukir, banyakk kenangan indah dengan orang-orang tercinta,,

dan menulis juga, bisa mencegah otak jadi pikun..

mungkin, padatnya aktifitas bisa jadi alasan..

karena menulis belum menjadi suatu kebutuhan, sehingga belum mendapat urutan prioritas tertinggi..

kalau begitu, saya harus mulai membiasakan menulis sebagai suatu kebutuhan..

agar saya bisa meninggalkan “sesuatu” untuk anak-anak saya, suami, keluarga dan semua orang yang ingin mengambil manfaat dari tulisan-tulisan saya..

setelah hampir setengah tahun kembali “ngantor” setelah cukup lama berkecimpung dengan anak-anak di rumah..

saya semakin menyadari, bahwa sesuatu yang sungguh sangat berharga dan tidak tergantikan, adalah kebersamaan saya di sisi mereka..menemani masa-masa penting tumbuh kembang mereka..

Ya Allaah…

semoga Engkau berikan keputusan terbaik-Mu, akan pilihan hamba,,

menjadi seorang wanita yang bekerja, yang harus meninggalkan rumah dan anak-anak, seharian penuh,,

atau menjadi seorang wanita sholeha, yang menetapi ayatMu untuk cukup di rumah saja, mendidik anak-anak dengan baik, mengajarkan mereka dienul haq, memberikan mereka teladan yang baik, seperti yang dicontohkan Rasulallaah Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallaam..

sesungguhnya hanya Engkau yang Tahu, jalan mana yang terbaik..

meskipun saya lebih cenderung pada pilihan kedua saya, tapi dukungan yang minimal dari keluarga besar, membuat saya berkecil hati..

anak-anak-ku…

ummi rindu Nak..

rindu dengan kebersamaan kita, merangkai hari.. penuh makna dan warna…

ummi menyadarinya, setelah tadi malam, melayani kalian dengan sebaik ummi mampu, menikmati kepolosan dan keceriaan kalian.. tanpa amarah,tanpa suara yang meninggi… sungguh damai rasanya Sayang…

sabar ya Nak..

semoga kita punya banyak kesempatan untuk bercengkerama lagi…

aamiin…

hanya ini yang bisa ummi tulis saat ini..

wassalamu’alaykum…

Tinggalkan komentar »

ketika cinta harus memilih..

dilema

setelah saya menikah, hidup terasa lebih berwarna..

bahagia rasanya,

ada seorang sahabat, yang selalu di hati. kau di hatiku, dan aku pun di hatimu..

seorang sahabat, yang sedia berbagi, dari sekedar perhatian,cerita,canda-tawa,duka-lara..

yang setia mengingatkan, kala diri teledor menjaga aurat,salah berucap,atau khilaf bersikap..

sungguh, nikmatNya yang manakah yang kan kudustakan?

waktu berlalu, hari berganti, tahun berbilang..

hingga akhirnya, hadirlah sesosok bayi mungil dan merah, laki-laki.

fitrahku sebagai seorang wanita, terasa makin sempurna..

dua bulan cuti bersalin, terasa begitu cepatnya..

pergulatan batin dimulai..

antara mengasuh dan merawat buah hati tercinta, atau kembali membagi waktu dengan pekerjaan.

pertentangan dengan orang lain pun bermunculan..

dari orangtua,kakak,paman,saudara..

rasanya, tidak ada yang mendukungku untuk menjadi ibu (yang mengurus) rumah tangga saja..

kecuali suamiku tercinta.

langkah pun terayun kembali..perlahan..gontai..tapi masih menggenggam harapan..

genap dua puluh bulan lebih sebelas hari,

sang bayi yang sudah menjelma menjadi bocah lucu nan menggemaskan, memiliki seorang adik baru, dengan jenis kelamin yang sama..

kembali berlalu dengan cepatnya, dua bulan cuti bersalin..

namun, kali ini dengan harapan baru,

harapan agar Allah luluhkan hati-hati mereka..ikhlaskan saya melepas “dunia” saya yang lalu..

namun rupanya, batita dan bayiku, tidak mempan untuk membuat mereka merelakan status PNSku lepas..

jatuh-bangun..setiap hari saya harus melawan pergulatan batin ketika akan berangkat kerja..

ketika lelaki kecilku yang kedua berusia satu setengah tahun, akhirnya kuambil keputusan besar itu..

R E S I G N

ya, resign dari sebuah direktorat tertentu di suatu kementerian yang cukup bonafid di negeri ini.

hari berlalu, bulan berganti..

kegiatanku sehari2 adalah merawat,mengasuh,mendidik mereka..

semampu aku bisa,

bukan hal yang mudah memang, untuk beralih “profesi” seperti itu,

tapi sungguh,

dengan di rumah, hati menjadi lebih tenang, fikiran lebih fokus,

dan yang tak tergantikan adalah, waktu untuk bersama dengan anak-anak..

mendampingi apapun kegiatan mereka..

mengajarkan kemandirian pada mereka..

menanamkan kedisiplinan..

membuat fondasi akhlak dan aqidah yang terkokoh bagi mereka…

belum lagi “bonus” dan “insentif” lain..

senyum manis,tawa renyah,ucapan polos,celoteh lucu,pelukan hangat,ciuman sayang,mereka berdua,

dan semua,dan semua..

yang tak kan kutemui dimanapun, kapanpun,

selain di rumah, bersama mereka…

saat mereka masih kecil,lugu,dan begitu membutuhkan kehadiranku.

indahnya dunia, lengkapnya hidup.

maka nikmatNya yang mana kah yang kan kudustakan?

hingga suatu ketika…

suatu keadaan membuatku kembali bergabung dengan keluarga besarku, untuk jangka waktu yang cukup lama..

disana aku jadi tahu,

mereka begitu terluka, tercabik, terkoyak dengan keputusanku resign..

apalah dayaku…

ada darah mereka, yang mengalir dalam darahku.

aku adalah bagian (besar) dari hidup mereka, mereka adalah bagian dari hidupku.

sekalipun aku sudah menjadi sesosok wanita yang utuh, dengan suami dan anak-anak..

aku tetap lah jua seorang anak..

yang dulu mereka lahirkan,rawat,asuh,didik,dan biayai..

dengan susah payah, membanting tulang, memeras keringat…

cukuplah kusimpan sendiri, memoriku tentang perjuangan mereka…

menuliskannya disini, hanya akan membuat tanggul airmataku jebol, dan banjir.

biarlah Allah sahaja..yang membalas kebaikan kalian dengan syurgaNya..

karena sebaik apapun usahaku, semua akan sia-sia, jika tidak mendapat ridhoNya…

semoga kelak, Allah kumpulkan kita semua di JannahNya, aamiin…

Tinggalkan komentar »